Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018
Ilustrasi (IST)

Waspadai Gegar Otak

Jangan anggap enteng gegar otak. Hasil penelitian di Toronto, Kanada, menunjukkan bahwa mereka yang pernah mengalami gegar otak akan merasakan dampaknya beberapa tahun kemudian.

Penelitian melibatkan 43 pelajar yang juga olahragawan, 22 di antaranya dengan sejarah gegar otak. Hasilnya, mereka yang pernah mengalami gegar otak menunjukkan ada perubahan pada ukuran otak dan pembuluh darah.

Perubahan itu terlihat beberapa tahun setelah para pelajar itu didiagnosis menderita gegar otak. Atlet yang tak punya sejarah gegar otak tidak mengalami perubahan seperti itu.

Hasil pemindaian pada otak menunjukkan bahwa olahragawan yang pernah gegar otak volume otak mereka mengecil hingga 10-20 persen di bagian frontal lobe, di mana pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, dan kemampuan berbicara diolah.

Mengkerutnya otak itu diikuti oleh gejala seperti masalah emosional, sulit berkomunikasi, dan kesulitan saat berjalan dan berpikir, begitu menurut National Institute of Health’s Alzheimer’s Disease Education and Referral Center. Namun demikian, pengecilan volume otak itu tak sampai menyebabkan Alzheimer.

“Gegar otak dalam olahraga masih dianggap sebagai cedera jangka pendek. Namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan ukuran otak bisa berdampak pada kesehatan di masa datang, termasuk risiko cedera kambuh, depresi, dan masalah kognitif,” jelas Nathan Churchill, anggota tim peneliti, kepada Fox News.

Para peneliti juga mempelajari berkurangnya aliran darah ke frontal lobe, yang biasanya dikaitkan dengan masa pemulihan yang lebih lama pada cedera otak yang diderita pasien gegar otak.Hasil penelitian ini diharapkan tidak membuat para atlet kampus enggan bertanding karena takut cedera kepala. Justru para atlet itu diharapkan lebih paham cara menangani gegar otak.(Tmp)

Komentar

komentar