Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,22 June 2018
Ilustrasi penyebaran garam (IST)

BNPB Hentikan Modifikasi Cuaca di Riau

Pekanbaru – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghentikan operasi modifikasi cuaca dengan cara penyebaran garam menggunakan pesawat Cassa 212 yang selama ini beroperasi di Riau sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Pesawat telah ditarik BNPB dengan pertimbangan Riau kondusif dari Karhutla,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Edwar Sanger di Pekanbaru, Rabu (12/10).

Edwar menjelaskan, keputusan menghentikan operasi modifikasi cuaca di Riau setelah dirinya menggelar rapat terpadu bersama BNPB dan Menkopolhukam beberapa waktu lalu.

Hasilnya, Riau dianggap mulai kondusif dari bencana tahunan Karhutla dan cuaca diperkirakan terus membaik meski belum memasuki musim hujan.

“Karena di Riau sudah kondusif, pesawat itu bisa dimanfaatkan oleh daerah lain yang lebih membutuhkan,” lanjutnya.

Operasi teknologi modifikasi cuaca dengan cara menyebar garam di langit Riau mulai dilakukan pada Juli 2016 lalu. Selama empat bulan beroperasi di Riau, pesawat tersebut telah menyebar sebanyak 66,4 ton garam dari 73 kali penerbangan.

Wilayah operasi TMC meliputi seluruh Riau dengan sasaran awan Cumulus pada ketinggian 9.000 hingga 12.000 kaki.

Operasi TMC itu sendiri dilakukan oleh satuan tugas udara penanggulangan Karhutla Riau dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain pesawat Cassa, sebelumnya BNPB juga telah menarik empat elikopter dan dua pesawat pengebom air. Keempat helikopter tersebut adalah MI-8MVT UR-CMI, MI-171, MI-8MVT UR-CMJ dan MI-172 yang diperbantukan BNPB secara bertahap sejak April 2016 lalu. (Antara)

Komentar

komentar