Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,18 December 2018
Presiden Jokowi (IST)

Jokowi Ingatkan Provokasi di Sosmed 4 November Dijerat UU ITE

Jakarta –  Presiden Joko Widodo meminta publik untuk bijak dan berpikiran jernih dalam membaca posting (pesan) provokasi di sosial media (sosmed) terkait rencana demonstrasi besar beberapa organisasi massa pada Jumat, 4 November 2016, nanti. Menurut dia, posting itu bisa berbahaya jika ditelan mentah-mentah.

“Perlu juga saya katakan bahwa membuat posting di sosial media pun ada batasnya,” ujar Presiden Joko Widodo saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (31/10).

Pada Jumat nanti, sejumlah organisasi massa berencana berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan. Demo itu untuk mendorong Kepolisian menghukum Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap salah mengutip ayat Al-Quran ketika berkunjung ke Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Isu demo itu makin serius ketika posting-posting yang memprovokasi Muslim untuk menentang Ahok bermunculan. Bahkan, beberapa di antaranya memanipulasi berita-berita soal Ahok di media online untuk memberi kesan bahwa Ahok membenci Muslim.

Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa mereka yang membuat posting dengan tujuan buruk, memprovokasi demi memicu kegaduhan bisa dijerat. Sebab, ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) yang mengaturnya.

“Ada undang-undang yang mengatur. Hati-hati. Saya ingatkan, berbicara di sosmed ada batas, etika, sopan santun,” ujarnya. (Tmp)

Komentar

komentar