Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,12 December 2018
Ilustrasi (IST)

Masih Banyak Sekolah Tak Layak di Indonesia

Jakarta –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ‎menyesalkan nasib pendidikan di Indonesia yang belum memenuhi harapan pemerintah.

“Sudah 20 persen dari APBN digunakan untuk sektor pendidikan tapi ya pendidikan kita masih gini-gini aja,” kata Tjahjo di Gedung Manggala Wanabakti, Selasa (3/10).

Tjahjo menegaskan, anggaran pendidikan telah dialokasikan sebanyak 20 persen untuk pendidikan nasional. Dari anggaran APBN sebesar Rp2000 triliiun paling tidak ada Rp400 triliiun untuk anggaran pendidikan.

Namun, kondisi di lapangan baik di kota maupun daerah masih banyak sekolah yang kumuh dan ruang kelas yang tidak memadai‎.

“Di Jawa saja masih banyak yang kumuh, ruang kelasnya enggak memadai kok. Apalagi di luar Jawa,” tukasnya.

Terlebih saat ini banyak kepala sekolah masih dibebani sebagai pimpinan proyek (pimpro) pembangunan. “Tentu kepala sekolah lebih memilih mengurusi pimpronya daripada ngurusin pendidikan di sekolah,” tuturnya.

Hal tersebut menjadi catatan Tjahjo sebagai Mendagri untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pegawai negeri.

‎Perlu diketahui, 72 persen anggaran Dikti banyak digunakan untuk membiayai gaji. Sedangkan anak-anak didik dikhawatirkan akan terbebani biaya pendidikan yang mahal.‎

“Nah anak-anak didik yang mengenyam pendidikan gimana. Ini kemana uang Rp400 triliiun,” ujarnya dengan bernada kesal. (Okz)

Komentar

komentar