Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,12 December 2018
Ilustrasi (IST)

Minat Baca Harus Dimulai dari Keluarga

Menumbuhkan budaya baca dalam diri seseorang tak bisa dilakukan secara instan. Selain di sekolah, kebiasaan membaca juga harus mulai diajarkan di lingkungan keluarga.

Ketua Umum Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI), Hanna Catherina George menjelaskan, di tingkat PAUD sampai SD, peran orangtua penting untuk mengenalkan anak membaca buku. Pasalnya, di usia tersebut orangtua masih aktif mendampingi anak.

“Personal touch masih penuh dari orangtua di usia tersebut. Membaca buku akan didampingi, dan mereka jadi kenal dengan buku, walupun tentu saat ini apapun tak lepas dari teknologi,” terangnya dalam sebuah diskusi pendidikan di Jakarta, belum lama ini.

Setiap orangtua, sebut dia, dapat memotivasi anak dalam bentuk pengakuan, penghargaan, atau insentif. Mempelajari minat anak dan memastikan ketersediaan bahan bacaan yang disukai juga menjadi cara memupuk budaya baca.

“Minat baca berawal dari keteladanan. Buku cetak efektif untuk meningkatkan minat baca dari PAUD sampai SD. Sedangkan di tingkat selanjutnya perlu disertai dengan teknologi, misalnya buku digital atau kegiatan lainnya,” ujarnya.

Pada diskusi tersebut, seorang peserta bernama Wiwid turut berbagi mengenai pengalamannya dalam menumbuhkan minat baca anaknya di lingkungan keluarga. Dia menceritakan, pembiasaan tersebut kini telah membuat anaknya hobi membaca.

“Saya setuju bahwa membaca itu berawal dari keteladanan. Saya waktu anak kecil membiasakan menceritakan buku sebelum tidur, kemudian saat ulangtahun diberi kado buku. Memasuki SMP anak-anak diberi jatah uang jajan untuk beli buku. Dan akhirnya hal tersebut menumbuhkan budaya baca mereka,” tutur Wiwid. (okz)

Komentar

komentar