Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,13 December 2018

Pelabuhan Ikan Minim, Nelayan Riau Kesulitan

Pekanbaru – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau mengakui minimnya pelabuhan perikanan mempersulit transaksi nelayan dengan pembeli yang selama ini hanya mengandalkan sistem tangkahan pendaratan ikan.

“Nelayan sudah terbiasa dengan sistem tangkahan sehingga biasanya hasil tangkapan langsung dipatok oleh pengepul atau toke ikan,” kata Kepala DKP Riau Tien Mastina di Pekanbaru, Selasa (4/10).

Tien menilai, sistem tangkahan pendaratan ikan tidak terkelola dengan baik apalagi harga yang diapatok oleh pengepul tidak sebanding dengan harga di pasaran. Rutinitas seperti ini terjadi sudah lama, sehingga nelayan tidak pernah terlibat langsung dengan proses tawar menawar harga saat menjual ikannya.

“Mamang siklus ketergantungan antara nelayan dengan toke ikan belum bisa diputus dengan alasan nelayan bisa meminjam uang dari mereka untuk modal menangkap ikan,” kata Tien.

Saat ini baru ada satu pelabuhan ikan yang dimiliki kawasan setempat yakni di Kota Dumai. Padahal melihat wilayah perairan yang sangat luas dan memiliki potensi besar pada sektor perikanan. Seharusnya beberapa tempat seperti Rokan Hilir dan Indragiri Hilir harus diprioritaskan pembangunan pelabuhan ikan dengan sistem yang terkonsep dan terkelola dengan baik.

Sekretaris DKP Riau, Nafilson mengatakan sudah ada pembangunan Pelabuhan Ikan di Tanjung Samak, Kabupaten Indragiri Hilir tapi belum beroperasi dan tidak terurus. “Saya mohon maaf karena tidak diurus Seandainya diurus tentu akan dapat pendapatan, paling kurang kapal yang bersandar saja,” ucapnya. (Antara)

Komentar

komentar