Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,18 June 2018
dok.humas

Pembahasan Raperda RTRW Dumai Berlarut-larut, Walikota: Saya Sampai Stres

Pekanbaru – Walikota Dumai Zulkifli As menghadiri langsung Rapat Kerja Khusus pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi Riau tahun 2016-2036 di Gedung DPRD provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Senin (03/10/2016).

Dalam rapat ini juga dihadiri oleh seluruh Bupati dan Walikota se provinsi Riau, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Asri Rozan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Kepala Bappeda Provinsi Riau, serta beberapa dinas terkait.

Dalam sambutannya, pimpinan Pansus Asri Rozan menjelaskan bahwa peraturan RTRW provinsi Riau yang dipakai saat ini sudah berusia 22 tahun. Terakhir, Perda No 10 tahun 1994 dan sampai dengan keluarnya Undang-Undang No 26 tahun 1997 tentang tata ruang. Bahkan, perda dan UU itu hasil kreasi Tim Terpadu bentukan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia. Tetapi, hingga saat ini belum bisa dijalankan.

Karena, banyaknya problem di masyarakat. Problem ini bukan tanpa alasan, ini terkait dari 3.496.298 Ha yang diusulkan, tetapi hanya 2.726.901 Ha yang dikabulkan oleh Tim Terpadu itu.

“Pada tahun 2014 lalu, Kementrian Kehutanan mengeluarkan 3 Surat keterangan yang berisi RTRW di provinsi Riau yang hanya 1.638.249 Ha, kemudian berubah, dan akhirnya setelah melalui proses panjang, tahun 2016 Menteri Kahutanan mengeluarkan 2 SK lagi dan menambah 65.125 Ha. Sehingga jumlah keseluruhan dari Kawasan Hutan menjadi berjumlah 1.690.924 Ha,” ujarnya.

Dalam pememaparan Ranperda Provinsi Riau kali ini Walikota Dumai Zulkifli As sempat berujar, “Saya sudah bisa dikatakan stress mengurus masalah RTRW Kota Dumai ini karena tidak adanya kejelasan pemerintah pusat untuk menyelesaikan RTRW ini, akibatnya banyak investor yang membatalkan untuk menanam modal hanya karena masalah RTRW yang belum jelas. Harapan saya semoga dengan rapat (Ranperda) RTRW Provinsi Riau ini ada titik terang masalah RTRW Kota Dumai,” ujarnya. (hms)

Komentar

komentar