Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018
Pertamina (IST)

Pertamina Berburu Minyak di Luar Negeri

Jakarta – Gemah ripah loh jinawi, semboyan yang kerap disematkan untuk Indonesia lantaran kekayaan alamnya yang melimpah ruah. Bahkan, dalam syair sebuah lagu dari Koes Plus berbunyi “tanah kita tanah surga, batu dan tongkat jadi tanaman”.

Kekayaan alam Indonesia memang luar biasa, salah satunya adalah hasil produksi minyak bumi yang membuncah. Bahkan, Indonesia pun pernah masuk dalam jajaran negara eksportir minyak dunia.

Namun, minyak bumi bukanlah sumber energi terbarukan. Cadangan minyak nasional kian hari semakin menipis. Data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan bahwa cadangan minyak nasional turun dari 3.624 juta barel (million stock tank barel/MMSTB) pada 2014 menjadi 3.603 MMSTB pada 2015.

Sebagai salah satu entitas negara, PT Pertamina (Persero) pun turut ambil bagian dalam menjaga ketahanan energi di masa depan. Perusahaan pelat merah ini terus memutar otak agar generasi mendatang tetap merasakan ketersediaan minyak bumi di Tanah Air. Tak bisa terus mengandalkan potensi migas yang ada di bumi pertiwi, Pertamina kini mulai menunjukkan geliatnya berburu minyak hingga ke mancanegara.

Lini bisnis Pertamina di luar negeri dikomandoi oleh unit bisnisnya yang bernama PT Pertamina International Exploration Production (PIEP). PIEP yang bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia bertugas mengoperasikan dan mengatur seluruh blok migas Pertamina yang ada di luar negeri. Kini, unit bisnis Pertamina tersebut telah beroperasi di tiga negara, yaitu Aljazair, Irak, dan Malaysia.

“Demi kedaulatan energi kita, maka untuk memenuhi kebutuhan minyak pada 2025, salah satunya Pertamina akan terus melakukan pengembangan produksi ke luar negeri,” demikian dikatakan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, belum lama ini.

Di Aljazair, BUMN minyak dan gas bumi (migas) ini memiliki kepemilikan saham mayoritas di lapangan migas Menzel Lejmat Nord (MLN). Lapangan migas di gurun sahara ini dioperasikan oleh Pertamina Algeria Exploration Production, dengan kepemilikan participating interest (PI) sebesar 65%. Selain di MLN, Pertamina juga memiliki kepemilikan saham di blok EMK sebesar 16,9% dan blok Ourhoud sebesar 3,73%.

Komentar

komentar