Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,23 October 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (IST)

Potensi Pajak Tak Terungkap Masih Sangat Besar

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan banyak potensi pajak dari wajib pajak Indonesia yang belum terungkap selama ini. Hal tersebut terlihat dari jumlah harta yang dilaporkan dalam penerimaan program pengampunan pajak hingga tadi malam sebesar Rp 3.450 triliun.

Sementara total tebusan yang terkumpul sebanyak Rp 97,1 triliun dan terus meningkat hingga layanan ditutup tadi malam pukul 24.00 WIB. “Selama ini harus diakui bahwa dari sisi basis database yang dimiliki dan kemampuan Ditjen Pajak untuk mencapai kegiatan ekonomi masih bisa diperbaiki,” kata Ani seusai meninjau pelayanan amnesti pajak di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat malam, 30 September 2016.

Setidaknya lebih dari 2.500 wajib pajak mengantre di kantor pusat Ditjen Pajak kemarin. Masyarakat antusias menggunakan kesempatan terakhir mendapatkan tarif tebusan terrendah pada periode pertama amnesti pajak. Mereka hanya membayar tebusan 2 persen dari total harta yag dilaporkan.

Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 347.033 wajib pajak ikut serta dalam program ini. Dari jumlah itu, tercatat 14.135 orang merupakan wajib pajak yang baru memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak saat program berlaku.

Sebagian besar peserta merupakan wajib pajak orang pribadi. Jumlah surat pernyataan harta orang pribadi mencapai 279.935 dengan total uang tebusan sebesar Rp 77,4 triliun. Sementara surat pernyataan wajib pajak badan mencapai 72.064 dengan uang tebusan hanya Rp 9,54 persen.

Menurut Sri Mulyani, masih banyak aset wajib pajak Indonesia yang belum dideklarasikan. Dengan program ini, pemerintah dapat menyusun basis pajak baru untuk tahun 2017. “Agar basisnya lebih solid, kredibel, sehingga gejolak dan target perpajakn tiap tahunnya tidak terlalu besar,” katanya. (Tmp)

Komentar

komentar