Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Saturday,23 June 2018
Siswa membayar dengan sampah (Dok Kompas)

Siswa di Sekolah Ini Bayar dengan Sampah

Malang – Pagi itu, Kamis (6/10), sejumlah siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kota Malang, Jawa Timur, menaruh sampah yang dibawanya di tempat yang telah disediakan sebelum memulai mata pelajaran.

Sejumlah siswa membawa sampah untuk ditabung di sekolah, sedangkan uang hasil penjualan sampah itu bisa digunakan untuk membayar keperluan sekolah.

Kepala SMKN 6 Kota Malang, Dwi Lestari menjelaskan, kegiatan menabung dengan sampah itu dimulai sejak tiga bulan lalu. Tujuannya supaya siswa di sekolah tersebut ikut andil membantu orang tuanya dalam membayar keperluan sekolah.

“Ketika mereka kesulitan membayar keperluan sekolah. Mereka bisa membayar dengan tabungan itu,” kata Dwi.

Dia menjelaskan, dari 2.000 lebih siswa yang sekolah di SMKN 6, hanya 40 persen siswa yang berasal dari keluarga kalangan mampu. Sementara itu, 60 persen sisanya berasal dari keluarga yang masih kesulitan membayar uang sekolah, termasuk untuk membayar SPP sebesar Rp 175.000 per bulan dan keperluan sekolah lainnya.

Akibatnya, banyak siswa yang kadang nunggak membayar keperluan sekolah. Dengan adanya kegiatan menabung dengan sampah ini, siswa tidak lagi memberatkan orang tuanya untuk membayar keperluan sekolah.

“Sementara yang kami imbau untuk menabung dengan sampah hanya kelas satu, terutama bagi siswa yang keluarganya kesulitan membayar uang sekolah,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga memiliki tujuan lain melalui kegiatan tersebut, yaitu menciptakan rasa kepedulian pada diri siswa, membentuk karakter kewirausahaan dan membangun budaya menabung. Tidak semua kertas yang bisa dibawa untuk ditabung oleh siswa.

Pihak sekolah hanya memperbolehkan sampah plastik dan kertas. Sampah-sampah itu ditimbang, lalu dihargai sesuai dengan jenis sampah yang dibawanya.

Dalam penjualannya, pihak sekolah bekerja sama dengan Bank Sampah Malang (BSM). Setiap minggu, sampah hasil tabungan siswa di angkut untuk dijual. Rata-rata, sampah hasil tabungan siswa itu mencapai lima kuintal per minggu. (Kmps)

Komentar

komentar