Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,12 December 2018
Siti Fariya (IST)

Siti Sukses Kuliah hingga S-3 dengan Beasiswa

Lahir dari keluarga yang sederhana, Siti Fariya mampu mengenyam pendidikan hingga S-3. Tak tanggung-tanggung, lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini melanjutkan studi doktor di Skotlandia secara gratis.

Rahasia Siti menempuh pendidikan setinggi mungkin ternyata tak lepas dari peran beasiswa. Bahkan, dia sudah langganan mendapat beasiswa sejak sekolah dasar (SD) hingga S-3 di luar negeri.

Selama sekolah, perempuan asal Gresik, Jawa Timur ini selalu unggul dan menjadi juara umum. Alhasil, ia selalu dapat keringanan biaya pendidikan. Hal ini sangat membantu, terlebih ketika masuk SMA ayah Siti sempat kerja serabutan lantaran perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar.

“Ketika menyelesaikan SMA dan melanjutkan pendidikan di jurusan teknik perkapalan ITS, ayah harus meminjam uang untuk bayar uang masuk dan SPP,” ujarnya dikutip dari laman ITS, Jumat (30/9/2016).

Taki ingin menyusahkan kedua orangtuanya, penggemar BJ Habibie itu pun mulai berburu beasiswa di kampusnya. Perjuangan Siti membuahkan hasil dengan mendapat beasiswa dari dua institusi sehingga biaya kuliah tak lagi menjadi beban.

“Berkat beasiswa itu saya dapat membantu ayah untuk membayar uang pinjaman. Selanjutnya saya mendapat beasiswa lagi dari semester tujuh hingga saya lulus,” tuturnya.

Setelah lulus sarjana, Siti kemudian berburu beasiswa fresh graduate untuk lanjut S-2 di jurusan yang sama. Setelah diterima dan menjalani studi master, perempuan berhijab ini juga mengajar sebagai dosen di Institut Teknologi Adi Tama Surabaya (ITATS). Dia pun mulai mempersiapkan aplikasi doktoralnya ke Universitas Strathclyde di Skotlandia.

“Awalnya mengontak profesor Strathclyde melalui jejaring profesornya di ITS. Tanpa diduga, sebulan kemudian profesor tersebut berkunjung ke Indonesia dalam program joint research,” sebutnya.

Singkat cerita, setelah melakoni wawancara Siti lolos beasiswa Uni Eropa. Namun, lantaran Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa, Siti beralih melamar beasiswa LPDP. Lagi dan lagi, dia dinyatakan lolos untuk studi di Inggris tersebut.

“Saya memang orang yang telaten merancang masa depan. Jika ditanya hari ini, saya sudah mempunyai rencana hingga lima tahun ke depan. Saya suka membuat video tentang target dan mimpi-mimpi,” terangnya.

Siti mengungkapkan, bermimpi adalah awal dari seluruh kesuksesan. Dia percaya bahwa setiap tindakannya hari ini akan menentukan suksesnya di masa mendatang. “Jadi jangan pernah takut bermimpi. Kejarlah cita-citamu hingga kamu berhasil meraihnya,” pungkasnya. (Okz)

Komentar

komentar