Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,18 June 2018
Ilustrasi (IST)

Styrofoam Timbulkan Kanker

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menggunakan styrofoam sebagai kemasan makanan karena membahayakan kesehatan. Salah satunya bisa menyebabkan kanker.

“Dari kajian BPOM untuk digunakan kemasan makanan dingin belum sampai batas membahayakan, tapi untuk mengemas makanan panas dan berlemak itu yang berbahaya,” tegas Dirjen Pengawasan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mustofa di Jakarta, Minggu (16/10).

Menurut dia, jika styrofoam digunakan untuk kemasan makanan panas dan berlemah justru terjadi persenyawaan yaitu zat-zat kimia styrofoam akan berpindah ke makanan dan tidak bisa larut dalam air.

“Akibatnya bisa menimbulkan kanker,” jelas Mustofa.

Dia menambahkan, ada baiknya jika konsumen menggunakan bahan lain sebagai pembungkus makanan, misalnya kertas. Hal itu untuk meminimalisasi dampak buruk yang ditimbulkan styrofoam.

Aktivis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Eva Rosita mengatakan, pemerintah daerah harus bisa mengendalikan penggunaan styrofoam, baik di tingkat produksi maupun konsumsi.

“Akibat dari limbah styrofoam ini sangat besar. Kami akan terus mengadvokasi pemerintah untuk merealisasikan regulasi terkait styrofoam,” kata Eva.

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun (PLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tuti Hendrawati Mintarsih mengatakan, KLHK telah memberikan edaran dampak negatif styrofoam kepada semua produsen makanan.  (HN)

Komentar

komentar