Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,25 September 2018
Ilustrasi

Untung Besar, Banyaknya Bawang Ilegal di Pekanbaru

Pekanbaru – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Pekanbaru menyatakan keuntungan besar disinyalir menjadi alasan maraknya impor bawang ilegal asal Malaysia ke Riau.

“Perbandingan sederhana saja, bawang di sana (Malaysia) per kilogram sekitar Rp5.000. Kemudian di Riau itu bahkan mencapai Rp40.000 an,” kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Pekanbaru, Tri Budi Haryanto kepada Antara di Pekanbaru, Jumat (7/10).

Dia mengatakan selisih harga yang sangat besar itu diduga menjadi alasan kuat para pengusaha nakal untuk terus berusaha menyelundupkan bawang asal Malaysia ke Riau.

Para pengusaha nakal, lanjutnya, terus mempelajari dan berusaha mencari celah melalui panjang garis pantai di pesisir Riau dan mencoba masuk melalui pelabuhan-pelabuhan “tikus”.

Saat penyelundup berhasil memasukkan bawang ke Riau, maka bawang tersebut akan diserap pasar dengan cepat. Terutama para pelaku menjual dengan harga yang lebih rendah dari bawang yang dihasilkan petani lokal.

“Sebenarnya ini yang harus kita kaji bersama. Bagaimana harga bawang kita bisa mahal, padahal dalam negeri meskipun dari Pulau Jawa. Sementara bawang ilegal ini snagat panjang alurnya, mulai dari India, transit ke Malaysia dan selundup ke Riau,” katanya. (Antara)

Komentar

komentar