Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018

Baru Dua Tahun Dipakai, Sembilan dari Sepuluh Kapal Hibah KKP Rusak Parah

Pekanbaru – Sembilan kapal berukuran 3GT yang merupakan hibah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, terbengkalai di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Nafilzon di Pekanbaru, Senin, mengatakan, bantuan KPP atas pengadaan 10 kapal di 2013 kepada nelayan di Kepulauan Meranti, sembilan diantaranya tidak beroperasional lagi.

“Dua tahun difungsikan, sembilan diantaranya sudah rusak parah, satu kapal masih bagus digunakan nelayan,” kata Nafilzon di Pekanbaru, Senin (21/11/2016).

KKP berupaya agar sektor perikanan menjadi sektor unggulan salah satunya dengan program pemberian hibah kapal penangkap ikan, program pembinaan perikanan air tawar dan tambak. Namun dalam realisasinya tidak sepenuh berjalan mulus. Terbukti dengan kondisi kapal yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Nafilzon mengatakan peninjauan kapal-kapal yang rusak tersebut telah dilakukan oleh Pusat melalui KKP RI. Dari hasil di lapangan ditemukan bahwa kondisi kapal memang sudah tidak bisa diperbaiki alias tidak layak pakai.

“KKP melihat sejauh mana kerusakannya jika memang tidak bisa diperbaiki lagi maka akan dihapus dari aset,” kata Nafilzon.

Pihaknya memang menyayangkan aset yang nilainya Rp30 juta untuk satu unit kapal tidak bisa digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan, padahal prosedur dan kualifikasi dari KKP RI untuk menjaring nelayan-nelayan yang menerima kapal hibah harus memenuhi syarat dan ketentuan.

“Yah, kita sayangkan namun kondisinya sudah seperti itu,” tegasnya.

Disinggung terkait kapal hibah KKP yang sekarang diallih fungsikan, Ia mengaku belum menerima laporan hingga saat ini.

“Satu yang masih bagus di Kepulauan Meranti masih digunakan untuk menangkap ikan oleh nelayan, untuk kapal yang dialihkan penggunaannya kita tidak menerima laporan,” kata dia.

Pada Desember nanti, lanjut Nafilzon, KKP RI kembali menghibahkan 20 unit kapal dengan ukuran yang sama untuk nelayan di Kabupaten Rokan Hilir.

Komentar

komentar