Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018

Curah Hujan di Riau Turun Menjelang Akhir Tahun

Pekanbaru – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa memasuki Desember tahun ini, intensitas curah hujan menurun berbagai wilayah di Provinsi Riau.

“Desember, (curah) hujan sudah turun dibanding bulan ini (November),” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Selasa (29/11/2016).

Meski begitu, katanya, pada akhir November hingga awal Desember, tetap perlu diwaspadai bahaya longsor, genangan air, dan banjir seperti pada tujuh kabupaten/kota di Riau.

Daerah terancam longsor dan banjir kiriman yakni Kampar dan Kuantan Singingi, lalu genangan air yakni Pekanbaru, dan bajir Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hulu, serta Indragiri Hilir.

“Kalau bulan depan, (curah hujan) cenderung turun. Artinya hujan masih mengguyur, tapi sudah tidak merata lagi karena puncak musim hujan terjadi di bulan ini,” terang Slamet.

Edwar Sanger, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau mengaku, belum menaikkan status dengan menetapkan siaga banjir.

Ia berkata, bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah masih dapat terkendali dengan baik, melalui penanganan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

“Belum, kita belum ada peningkatan. Mudah-mudahan (bencana) ini, bisa ditangani dengan baik. Dan kita terus menginventarisir,” ujarnya.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi dilaporkan, terus mengantisipasi bencana longsor terutama pada ruas jalan lintas menghubungkan Riau-Sumbar, demi mengamankan pasokan bahan pokok.

Seperti diketahui, ruas jalan tersebut, tepatnya daerah perbatasan Dusun Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, merupakan wilayah rawan longsor setiap tahun di musim hujan.

“Alat berat berupa ekskavator, buldoser dan dump truck miliki instansi terkait, sudah berada di sana. Kini kami terus menggelar patroli di sejumlah titik rawan longsor,” katanya. (Antara)

Komentar

komentar