Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018

Ini Risiko Jika Anak Belum Bisa Berkumur Diberi Pasta Gigi Berfluoride

Jakarta – Bagi anak-anak yang belum bisa meludah dan berkumur dengan sempurna, ada risiko mereka akan menelan pasta giginya secara tak sengaja. Apalagi, jika anak diberi pasa gigi yang mengandung fluoride, meski kadarnya rendah.

“Risikonya bisa terjadi fluorosis, overdosis fluoride. Manifestasi fluorosis macam-macam. Teorinya memang hanya di gigi,” kata drg Suzanty Ariani, SpKGA dari RS Pondok Indah-Pondok Indah.

Fluorisis mengakibatkan ketika gigi terbentuk, pembentukan email gigi tidak sempurna. Nah, ketika gigi tumbuh, akan ada bercak putih dan garis kecokelatan pada gigi. Selain pada gigi, penelitian menyebutkan fluoride juga bisa tersimpan di tulang sehingga bisa mencetuskan osteoporosis.

Prinsipnya, tegas drg Suzy, fluoride tidak boleh digunakan berlebihan. Termasuk pula saat ini banyak tersedia suplemen fluoride. Dalam penggunaannya, termasuk pada anak-anak, jangan sampai jumlah fluoride yang masuk ke tubuh berlebihan.

“Di makanan kan juga sudah terkandung fluoride. Kemudian, anak bisa saja nggak sengaja terus nelan pasta gigi yang berfluoride, tiap hari. Jadi ya, kalau anak 5 tahun makan 1 cup pasta gigi, bisa keracunan. Makanya hati-hati naruh pasta gigi. Namanya anak, merasa itu enak bisa aja dimakan gitu kan,” terang drg Suzy.

Baca juga: Beredar Kabar Ada Sikat Gigi Dibuat dari Bulu Babi, Bagaimana Mengetahuinya?

Ia menambahkan, biasakan pula memberi pasta gigi sebesar biji jagung saja, bukan di sepanjang bulu sikat gigi. Aturan ini pun berlaku untuk orang dewasa. Sebab, menurut drg Suzy hal yang lebih penting adalah bagaimana menyikat gigi dilakukan dengan benar di mana semua permukaan gigi bisa tersikat.

Dalam keseharian, bisa saja sesekali anak tidak sengaja menelan pasta gigi. Menurut drg Suzy, hal ini tak masalah. Fluoride sendiri dibutuhkan untuk melapisi email gigi supaya lebih tahan terhadap asam. drg Suzy menjelaskan ketika ada sisa makanan menempel di permukaan gigi, dalam waktu panjang akan difermentasi menjadi asam oleh bakteri.

Asam ini membuat mineral dari gigi yakni kalsium dan fosfat lepas hingga terjadi demineralisasi. Namun, tubuh memiliki sistem buffer di mana melalui ludah, kondisi asam bisa dinetralisir dan terjadi remineralisasi. Tapi, jika kadar asam terlalu tinggi maka kalsium dan fosfat akan larut. Akibatnya, bisa muncul lubang pada gigi.

“Pada anak tertentu dengan risiko gigi berlubang tinggi, kadang kita kasih pasta gigi dengan fluoride tinggi, tapi penggunaannya di bawah pengawasan,” pungkas drg Suzy. (dtc)

Komentar

komentar