Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,17 July 2018

Menjelang 2 Desember, Polda Riau Lakukan Pemantauan Media Sosial

Pekanbaru – Kepolisian Daerah Riau memantau media sosial dan mengimbau penggunanya tidak menyebarkan ujaran kebencian menjelang aksi damai yang direncanakan berlangsung 2 Desember mendatang.

“Jangan sampai ada hate speech di medsos. Tidak boleh mendiskreditkan orang-orang tertentu karena ada Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” kata Kapolda Brigjen Zulkarnain di Pekanbaru, Selasa (22/11/2016).

Zulkarnain telah menyusun maklumat Polda Riau terkait aksi damai tersebut dan rencananya diterbitkan Rabu (23/11) hari ini.

Dalam maklumat itu, Kapolda menekankan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusi. Namun jangan ada ujaran kebencian baik di media sosial maupun selama aksi berlangsung.

Baca Juga: 

Selain itu, dalam maklumat tersebut Kapolda Riau turut meminta agar masyarakat tidak membawa senjata tajam dan merusak fasilitas umum.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada warga Provinsi Riau agar tidak ke Jakarta untuk menggelar aksi damai tersebut dan cukup dilakukan di Pekanbaru.

Ia menjamin bahwa segala tuntutan maupun petisi yang disampaikan pada aksi damai jilid III itu akan disampaikan ke Mabes Polri.

Hingga kini dia belum mendapat informasi maupun laporan adanya rencana aksi damai baik di Pekanbaru maupun daerah lainnya di Riau.

“Harapan kami, jika memang ingin menggelar aksi silahkan diberitahu ke kita. Minimal 3 hari sebelum aksi dilakukan, seperti aksi damai 4 November kemarin,” ujarnya.

Menanggapi maklumat tersebut, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Riau, Ust Ade Hasibuan menyikapi dengan bijaksana. “Kalau masalah demo tidak ada yang bawa senjata bambu runcing, yang dibawa sajadah, namanya aksi ibadah, aksi gelar sajadah,” katanya. (Antara)

Komentar

komentar