Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Wednesday,21 November 2018

Penting! Tanamkan Sejak Dini Agar Anak-anak Tidak Menelan Pasta Gigi

Jakarta – Pasta gigi khusus anak-anak yang tidak mengandung fluoride terkadang disukai anak-anak. Karena memiliki rasa seperti buah-buahan, ada anak yang justru sengaja menelan pasta giginya.

Terkait hal ini, drg Suzanty Ariani, SpKGA dari RS Pondok Indah-Pondok Indah mengatakan memang tersedia pasta gigi untuk bayi dan balita yang belum bisa berkumur, untuk anak-anak, dan untuk orang dewasa. Isi masing-masing pasta gigi pun berbeda.

“Yang ditakutkan itu kan fluoride dalam pasta gigi tertelan dalam jumlah besar dan terus-terusan. Jadi, untuk anak yang belum bisa berkumur, ada pasta gigi non fluoride,” kata drg Suzy saat berbincang dengan wartawan baru-baru ini.

Bagi anak yang sudah bisa berkumur, bisa menggunakan pasta gigi dengan kadar fluoride rendah dengan jumlah maksimal 500 ppm (part per million). Jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding kandungan fluoride pada pasta gigi orang dewasa, yakni 1.000 sampai 1.500 ppm.

“Sebetulnya, yang mesti ditanamkan orang tua ke anak sejak dini adalah dia nggak boleh menelan pasta giginya. Kalau dari kecil ditanamkan bahwa pasta gigi nggak boleh ditelan, nggak akan dia telan,” kata drg Suzy.

“Tapi bukan berarti juga karena dia dikasih pasta gigi yang nggak berfluoride, anak boleh nelan pasta giginya. Nggak seperti itu,” tambahnya.

Mengutip sebuah penelitian, drg Suzy mengatakan meski anak sudah bisa berkumur, sekian persen anak tetap menelan pasta giginya. Untuk itulah, jenis pasta gigi dibedakan ada yang tidak mengandung fluoride dan mengandung fluoride rendah.

Lalu, kapan anak boleh memakai pasta gigi orang dewasa? drg Suzy mengatakan biasanya setelah anak masuk usia praremaja yakni sektar usia 10 tahun. Sebab, berdasarkan penelitian, di usia itu anak sudah bisa berkumur dengan sempurna. (dtc)

Komentar

komentar