Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018

Perusahaan Pemasok Nakal, Pengiriman BBM Menggunakan Roro ke Rupat Dihentikan

Dumai – Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Dumai menghentikan aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) pakai kapal roro penyeberangan ke Rupat, Bengkalis. Tindakan ini dilakukan karena perusahaan pemasok melanggar kesepakatan dan mengabaikan faktor keselamatan.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Capt Barnabas, menyebutkan kesepakatan awal dengan perusahaan pemasok BBM dan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) truk tangki diizinkan bawa solar, tapi ternyata memuat premium yang dianggap berisiko tinggi.

“Kita tidak mau ada risiko dan aktivitas pengangkutan terpaksa dihentikan karena perusahaan ternyata memuat premium, padahal izin untuk solar,” kata Barnabas, Jumat (25/11/2016).

Ia menjelaskan kesepakatan lainnya adalah jadwal distribusi BBM ke Pulau Rupat menggunakan roro penyeberangan ditetapkan hanya malam hari, ternyata aktivitas dilakukan pada siang hari, saat banyak penumpang orang dan kendaraan umum.

Karena dianggap sudah menyalahi kesepakatan dan tidak memenuhi unsur keselamatan penumpang dan kapal, maka KSOP mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara operasional pengiriman BBM dengan kapal roro.

“Mereka hanya pentingkan bisnis dan tidak peduli dengan faktor keselamatan pelayaran, sehingga kesyahbandaran bersikap tegas dengan penghentian kegiatan pengangkutan bbm itu,” sebutnya.

Distribusi bbm ke Pulau Rupat Bengkalis dengan kapal penyeberangan ini awalnya disetujui oleh KSOP dengan ketentuan hanya jenis solar dan dilakukan malam hari tanpa penumpang.

Kesyahbandaran, lanjut dia, juga menyarankan perusahaan agar menyediakan kapal sendiri khusus untuk pengangkutan truk tangki bbm dan tidak bercampur dengan penumpang orang dan kendaraan umum.

Sementara, Kepala PT ASDP Dumai Sugito Saputro dihubungi wartawan menyebut penghentian distribusi bbm dengan kapal roro ini karena perusahaan penyuplai telah melanggar izin bersama, yaitu memuat premium dan bukan solar sesuai kesepakatan.

“Mereka telah melanggar izin disepakati, kita juga tidak mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu karena muatan premium ini, karena seharusnya perusahaan,” kata dia. (Antara)

Komentar

komentar