Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,19 July 2018
Polda Riau (IST)

Polda Riau Kembali Menahan Dua Oknum Polisi Yang Terlibat Kasus Meranti

Pekanbaru – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau menahan dua oknum polisi yang ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus tewasnya seorang warga ditangan oknum Polres Meranti beberapa waktu lalu.

“Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya langsung kita tahan hari ini,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Surawan di Pekanbaru, Selasa, (15/11/2016).

Dalam kasus ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka. Keempatnya merupakan oknum polisi dari jajaran Polres Meranti dan kini telah ditahan di Mapolda Riau.

Keempat oknum polisi tersebut masing-masing Bripka D, Bripda AS, Brigadir DY dan Bripda EM diduga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan hingga menyebabkan Apri Adi Pratama (24), tersangka pembunuh polisi Brigadir Adil S Tambunan meninggal dunia Agustus lalu.

Dalam prosesnya, Polda Riau juga telah melimpahkan berkas ke Kejaksaan Tinggi Riau. Namun, Jaksa mengembalikan berkas atau P19 dengan petunjuk dua oknum polisi lainnya yang bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah melakukan serangkaian penyidikan dan pemeriksaan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada pekan lalu.

Dia mengatakan dua tersangka baru tersebut masing-masing berinisial BS dan LS. Tersangka LS merupakan seorang Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Meranti.

Dengan penambahan dua tersangka baru tersebut, secara keseluruhan penyidik menetapkan enam orang tersangka. Seluruhnya kini telah ditahan untuk selanjutnya dilanjutkan ke proses pemberkasan ke kejaksaan.

Apri Andi Pratama merupakan tersangka penikaman seorang anggota Polres Meranti, Brigadir Adil Tambunan. Adil pada Kamis dinihari (25/8) tewas dengan sejumlah luka senjata tajam pada sekujur tubuh. Pasca kejadian, Kapolres Meranti saat itu AKBP Asep Iskandar memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku.

Pelaku Adi berhasil dibekuk sekitar pukul 03.30 WIB atau dua jam pasca pembunuhan itu. Pelaku pembunuhan dibekuk anggota di Desa Mekarsari, Kecamatan Merbau.

Pada saat penangkapan, pelaku dikabarkan melawan petugas menggunakan badik sehingga polisi yang sudah melakukan upaya persuasif dan memberikan tembakan peringatan terpaksa melumpuhkannya dengan dua kali pada bagian kaki.

Tidak lama berselang, pelaku meninggal. Sejumlah desas-desus menyebutkan pelaku tewas akibat dianiaya polisi setelah tertangkap, hingga akhirnya 6 oknum polisi tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka yang menyebabkan Adil tewas.

Tewasnya Adi ternyata berbuntut panjang hingga membuat masyarakat Selatpanjang marah dan menggelar aksi unjuk rasa.

Jumlah warga semakin banyak hingga mencapai ribuan. Warga menilai polisi secara sengaja menghabisi Andi pada saat penangkapan.

Kasus tersebut sempat menarik perhatian Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam kunjungannya ke Riau beberapa waktu lalu Tito menegaskan polisi terus mendalami perkara tersebut.

Ia mengatakan bahwa peristiwa Meranti harus dijadikan pelajaran yang tidak boleh terulang di insitusi Polri di manapun. (Antara)

Komentar

komentar