Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Thursday,16 August 2018

Siap-siap! Sebagian Pelanggan Listrik 900 VA Dihapus Subsidinya di 2017

Jakarta – Mulai tahun depan, tarif listrik untuk 18,7 juta pelanggan listrik 900 VA tak lagi disubsidi, harus membayar sesuai tarif normal. 18,7 juta pelanggan dinilai sudah mampu secara ekonomi, tidak layak disubsidi. Hanya 4,1 juta pelanggan 900 VA yang tetap mendapat subsidi listrik.

Skema kenaikan tarif listrik secara bertahap sebanyak 3 kali untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 (Permen ESDM 28/2016). Kenaikan tarif akan terjadi di bulan Januari, Maret, dan Mei 2017, naik sekitar 30% di tiap tahap.

“Teknisnya langsung kita laksanakan, keputusan pemerintah apa kami jalankan,” tegas Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, usai coffe morning di Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Berdasarkan Permen ESDM 28/2016, tarif listrik rumah tangga (R-1) 900 VA yang saat ini Rp 605/kWh akan naik menjadi Rp 791/kWh di Januari 2017. Kemudian pada Maret 2016 tarif naik lagi dari Rp 791/kWh menjadi Rp 1.034/kWh. Lalu di Mei 2017 berubah dari Rp 1.034/kWh menjadi Rp 1.352/kWh.

Mulai bulan Juli, tarif listrik 900 VA akan sama dengan 1.300 VA, ikut dalam mekanisme tariff adjustment (penyesuaian tarif), naik turun mengikuti fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP) dan kurs dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut perhitungan PLN, rata-rata pemakaian listrik pelanggan 900 VA adalah 124 kWh/bulan. Harga jual listrik PLN ke pelanggan 900 VA, yang saat ini masih disubsidi, adalah Rp 605/kWh. Sedangkan besaran tarif listrik PLN jika tak disubsidi adalah Rp 1.460/kWh.

Dengan kenaikan secara bertahap di Januari-Mei 2017 itu, rata-rata tagihan listrik pelanggan 900 VA akan naik dari saat ini Rp 74.000/bulan menjadi Rp 98.000/bulan pada Januari-Februari 2017, Rp 130.000/bulan pada Maret-April 2017, dan Rp 180.000/bulan pada Mei-Juni 2017. (dtc)

Komentar

komentar