Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,25 February 2018

Trik Agar Tidak Kalap Makan Setelah Berolahraga

Dumai – Seringkali olahraga terasa tidak berguna karena diikuti dengan kecenderungan untuk kalap makan. Banyaknya kalori yang terbakar seolah menjadi pembenaran untuk menyantap makanan sebanyak-banyaknya.

Bagi mereka yang berolahraga untuk menurunkan berat badan, ini jelas merugikan. Selama rasio kalori yang masuk dengan masih sama atau bahkan lebih besar dari yang terbakar, maka goal atau target penurunan berat badan tidak akan tercapai dengan mudah.

Untungnya, ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menghindari kalap makan setelah olahraga. Di antaranya sebagai berikut, seperti dirangkum dari beberapa sumber.

1. Lakukan dengan gembira

Menganggap olahraga sebagai sebuah perjuangan berat adalah blunder. Sebuah perjuangan yang berhasil pasti menuntut adanya sebuah perayaan, dan makan besar adalah salah satunya. Untuk menghindari kecenderungan ini, anggaplah olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan. Niscaya tidak akan tergoda untuk mengumbar nafsu makan sesudahnya.

2. Makan sebelum olahraga

Kecenderungan untuk kalap makan setelah olahraga umumnya disebabkan karena memang merasa lapar. Energi terkuras habis, dan segera makan setelah beraktivitas dianggap aman dari risiko peningkatan berat badan karena ada jendela metabolisme.

Tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak serta-merta bisa dibenarkan. Karena tidak selalu bisa menghitung kebutuhan kalori dengan cermat, maka selalu ada risiko makan berlebihan. Makan sebelum olahraga bisa mencegah asupan makan yang berlebihan.

3. Kombinasikan karbo dengan protein

Usai berolahraga, tubuh memang membutuhkan glukosa atau gula dari karbohidrat yang bisa menggantikan energi dengan cepat. Jika tidak cukup, sel-sel otot akan dipecah menjadi sumber energi.

Mengimbanginya dengan asupan protein tidak hanya membuat perut terasa lebih cepat kenyang, tapi berguna juga untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

4. Sesuaikan porsi makan dengan porsi latihan

Kadang, makan lebih dipengaruhi oleh kebiasaan dibanding hal lain. Misalnya, saat terbiasa menyantap sepiring penuh nasi putih setelah lari sejauh 10 km, maka ketika hanya berlari sejauh 5 km kecenderungannya tetap akan menyantap nasi dengan porsi yang sama. Coba perbaiki kecenderungan ini, sesuaikan selalu porsi makan dengan porsi latihan.

5. Abaikan penghitungan kalori

Berbagai perangkat wearable untuk mencatat aktivitas fisik biasanya dilengkapi fitur penghitungan kalori. Kecenderungan untuk kalap makan seringkali muncul hanya karena membaca jumlah kalori yang terbakar.

Padahal, angka tersebut umumnya hanya perkiraan. Mendengarkan tubuh yang bicara, biasanya lebih akurat dalam mengidentifikasi seberapa lapar kondisi perut saat itu. (dtc)

Komentar

komentar