Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,20 August 2018

Ayo Rutin Lari, Cara Efektif Cegah Depresi!

Dumai – Karena tidak terbiasa, banyak orang yang malas melakukan olahraga lari. Padahal lari punya manfaat positif tidak hanya untuk fisik tetapi juga kesehatan mental.

Hal ini diungkap tim peneliti dari Centro Universitário La Salle, Brazil setelah mengamati 1.142.699 partisipan. Sebagian besar dari mereka menganggap olahraga lari adalah ‘neraka’.

Tingkat kebugaran mereka pun diukur lewat beberapa latihan seperti bersepeda dengan sepeda statis, naik turun tangga atau lari di atas treadmill.

Di akhir studi kemudian dapat disimpulkan bahwa mereka yang memiliki tingkat kebugaran kardiovaskular (jantung) dan paru-paru yang rendah bila dilihat dari ketiga tes tadi ternyata berisiko 75 persen lebih tinggi untuk terserang depresi.

Fakta ini berlaku baik bagi pria maupun wanita, kendati partisipan studi ini didominasi oleh pria. Lantas apa hubungannya kebugaran tubuh dengan risiko depresi?

Menurut ketua tim peneliti, Felipe B Schuch, ketika seseorang bisa meluangkan waktunya untuk ke gym atau berolahraga sedikitnya dua kali sepekan, maka mereka memiliki ‘kapasitas self-regulation’ yang baik. Self-regulation sendiri dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan mempertahankan sebuah perilaku terencana untuk mencapai sebuah tujuan.

Kapasitas inilah yang kemudian dikaitkan dengan tinggi rendahnya risiko depresi seseorang. Makin baik ‘self-regulation’-nya, maka seseorang bisa terhindar dari risiko gangguan mental, termasuk depresi.

“Olahraga telah memperlihatkan efek yang luar biasa dalam meredakan gejala depresi pada mereka yang memiliki risiko kondisi ini,” jelas Schuch seperti dilaporkan psypost.org.

Terbukti dari temuan lain peneliti bahwa mereka yang memiliki kebugaran fisik, meski hanya ‘medium’ alias sedang-sedang saja hanya mengalami peningkatan risiko depresi hanya sebesar 23 persen.

Untuk itu, lanjutnya, latihan untuk meningkatkan kapasitas fisik ini juga bisa dijadikan strategi untuk mencegah depresi.

Komentar

komentar