Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Saturday,22 September 2018

Bagaimana Sikap yang Tepat Ketika Anak Dipukul Temannya?

Dumai – Pernahkah suatu kali Anda mendapat laporan dari anak bahwa dia dipukul temannya? Bagaimana menyikapinya? Apakah memberi saran untuk memukul balik atau menyarankan untuk kabur saja?

Psikolog anak dan remaja dari RaQQi – Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi mengatakan ketika anak mengadu dirinya dipukul temannya, sebaiknya orang tua jangan terburu terpancing emosinya. Tanyakan terlebih dahulu apa sebabnya. Siapa tahu ucapan atau perilaku anak kita sendirilah yang membuatnya kemudian dipukul temannya.

“Coba tanyakan pada anak lebih dulu, kalau dia dipukul apa yang akan dia lakukan. Ini perlu agar dia mencoba mencari jalan keluarnya juga. Mungkin dia akan bilang ‘teman aku badannya gede, kalau aku dipukul aku akan lari dan teriak’,” tutur Ratih.

Ratih menambahkan sejak dini perlu ditanamkan mekanisme pertahanan diri pada anak. Misalnya dengan berani mengatakan ‘jangan pukul aku’ ataupun dengan menangkis pukulan temannya. Jika berada dalam situasi semacam itu, kenalkan pula pada anak tentang opsi kabur, berteriak, memberitahukan pada guru atau orang dewasa di sekitar sebagai upaya mencari pertolongan.

“Kalau disarankan untuk serang balik, saya kira kurang tepat ya. Iya kalau temannya sebenarnya lebih lemah, tapi kalau temannya memiliki energi yang lebih besar malah membuat anak kita dalam bahaya,” lanjut perempuan berkerudung ini.

Ada baiknya pula menyertakan anak dalam kegiatan bela diri seperti karate, taekwondo ataupun pencak silat. Ini bukan untuk menyerang teman-temannya, tetapi sebagai persiapan pertahanan diri, sehingga anak bisa tahu bagaimana caranya mempertahankan dirinya dari serangan fisik.

“Sekali lagi menurut saya bukan perkara memukul balik, tapi bagaimana dia mempertahankan dirinya,” imbuh Ratih. (dtc)

Komentar

komentar