Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,22 October 2018

Harga Komoditas Meningkat Tahun Depan, CPO Salah Satunya

Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global di tahun depan, ada kabar gembira yang sedikit menjadi titik cerah. Adalah peningkatan harga komoditas, khususnya batu bara, crude palm oil (CPO), timah, dan nikel.

Komoditas tersebut adalah produk andalan ekspor Indonesia. Dengan naiknya harga komoditas, maka bisa kembali mendongkrak nilai ekspor Indonesia yang selama ini bergerak negatif.

“Perkembangan global yang menggembirakan adalah komoditas,” ungkap Juda Agung, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Ini sudah terlihat sejak November 2016, di mana mampu mendorong ekspor naik cukup drastis dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun periode yang sama di 2015.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan ekspor Indonesia pada November 2016 mencapai US$ 13,50 miliar atau naik 21,34% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan bulan lalu, maka ada kenaikan 5,91%.

“Sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV -2016 ini sudah ada dorongan dari ekspor. Karena bukan hanya harga tapi juga rill. Kita lebih opimis di kuartal IV dibandingkan perkiraan sebelumnya. Sehingga kami perkirakan sekitar 5% (2016) tapi dengan lebih optimis,” paparnya.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menilai, baik pemerintah maupun pihak terkait lainnya tetap harus mewaspadai berbagai risiko yang dimungkinkan muncul pada tahun depan.

“Ke depan, risiko global tetap perlu diwaspadai antara lain berasal dari ketidakpastian arah kebijakan yang akan ditempuh AS, terutama terkait dengan kebijakan fiskal dan perdagangan internasional, serta proses penyeimbangan ekonomi dan penyehatan sektor keuangan di Tiongkok,” kata Tirta pada kesempatan yang sama.

Pada tahun 2017, perekonomian memasuki fase pemulihan ditandai dengan kondisi sektor korporasi yang membaik dan dukungan pembiayaan yang diperkirakan kembali meningkat, baik dari kredit perbankan maupun pembiayaan pasar modal. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat pada kisaran 5,0%-5,4%.

“Ini ditopang oleh permintaan domestik yang tetap kuat dan pulihnya kinerja ekspor sejalan dengan membaiknya harga-harga komoditas ekspor Indonesia,” terangnya. (dtc)

Komentar

komentar