Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018

Ingin Cabut Mandat Presiden, 10 Orang Ditangkap Polisi

Jakarta – Polisi menangkap dan memeriksa secara intensif 10 orang terkait dugaan makar di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mereka yang ditangkap berencana menggulingkan pemerintahan yang sah dan menuntut pencabutan mandat presiden.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan, sebelum menjemput paksa, polisi telah menyelidiki sejak tiga minggu terakhir. “Jadi, aktivitas mereka sudah dilakukan penyelidikan khususnya sejak tiga minggu terakhir,” katanya Jumat (2/12/2016).

“Berniat mengajak dan menghasut untuk menggulingkan pemerintah yang sah, dilakukan dengan cara mengerahkan massa dengan jumlah besar dan memanfaatan momen kegiatan hari ini,” sambungnya.

Boy menerangkan, agenda di Monas hari ini merupakan doa dan ibadah bersama. “Tapi kegiatan mereka (10 orang yang ditangkap) berbeda antara lain ingin merebut gedung MPR menuntut kembali ke UUD 45 yang asli,” ujarnya.

Apakah itu berarti mereka ingin digelar sidang istimewa MPR?

“Iya, mencabut mandat Presiden Jokowi dan Wapres JK, membentuk pemerintahan transisi,” ujarnya.

Sementara itu Karo Penmas Mabes Polri Kombes Rikwanto di kesempatan lain mengatakan 10 orang itu ditangkap antara pukul 03.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB.

“Inisial AD, E, AD, KZ, FA, RA, RS, SB, JA, dan RK,” kata Rikwanto dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta.

Delapan orang di antaranya dikenai Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Sementara dua orang lain dikenai pasal dalam UU ITE.

Sementara itu kuasa hukum Rachmawati Soekarnoputri, Aldwin Rahadian mengatakan kliennya tidak pernah bermaksud melakukan tindakan makar. Nama Rachmawati, kata Aldwin, hanya dicatut. (dtc)

Komentar

komentar