Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,22 July 2018

Ini Penjelasan Polisi Terkait Penangkapan 8 Tersangka Makar dan 2 Tersangka Penyebar Kebohongan

Jakarta – Sepuluh orang yang ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus makar dan menyebar kebohongan, masih diperiksa intensif.

Kesepuluh orang yang ditangkap berinisial AD, E, AD, KZ, FA, RA, RS, SB, JA, dan RK. Mereka ditangkap tanpa perlawanan pada Jumat 2 Desember sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Delapan orang di antaranya dikenai Pasal 107 KUHP jo Pasal 110 KUHP jo 87 KUHP tentang dugaan makar, yaitu upaya penggulingan pemerintahan yang sah.
“Statusnya tersangka. Cuma, apakah ditahan atau tidak nanti dulu, tunggu pemeriksaan 1×24,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Sedangkan tersangka JA dan RK dikenai pasal UU ITE. “Beda dengan kelompok ini (aksi damai 2 Desember). Yang ditangkap (Ahmad Dhani cs) itu tidak berkait langsung dengan kelompok ini, tapi ada upaya upaya memanfaatkan momen,” ungkap Boy.

Penangkapan ini dijelaskan Boy dilakukan setelah dipantau selama tiga pekan terakhir. “Berniat mengajak dan menghasut untuk menggulingkan pemerintah yang sah, dilakukan dengan cara mengerahkan massa dengan jumlah besar dan memanfaatan momen kegatan hari ini,” katanya.

Apakah itu berarti mereka ingin digelar sidang istimewa MPR? “Iya, mencabut mandat Presiden Jokowi dan Wapres JK, membentuk pemerintahan transisi,” ujarnya.

Ketika penangkapan, sama sekali tidak terjadi perlawanan. Tindakan penangkapan juga dilakukan karena diantara tersangka juga sudah dilakukan pemanggilan beberapa kali tetapi tidak hadir.

“Sudah dipanggil beberapa kali, tetapi tidak memenuhi panggilan.” kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2016).

Martinus menegaskan bahwa penangkapan itu telah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Martinus lalu mencontohkan salah satu orang yang ditangkap yaitu Ahmad Dhani yang selalu mangkir saat dipanggil polisi.

“Penangkapan itu kan sesuai dengan KUHAP. Upaya panggilan tidak dipenuhi, makanya dilakukan penangkapan, Misalnya terhadap saudara ADP (Ahmad Dhani Prasetyo),” ujar Martinus. (dtc)

Komentar

komentar