Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Sunday,21 October 2018
Foto: Reuters

Pidie Jaya Tanggap Darurat, Medis dan Alat Berat Paling Dibutuhkan

Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyebut situasi di Pidie Jaya dalam kondisi tanggap darurat.

“Kondisinya tanggap darurat. Meski pemerintah daerah belum menetapkan statusnya tetapi kondisi seperti ini statusnya tanggap darurat,” kata Sutopo di dalam jumpa pers di kantor BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2016).

Menurut dia, status tanggap darurat ini berlangsung mulai dari 7 hari hingga 14 hari. “Nanti disesuaikan apakah perlu ditambah atau tidak, tergantung kondisi di lapangan,” ujar Sutopo.

Sementara itu proses evakuasi korban akibat guncangan gempa 6,5 SR di Pidie Jaya, Aceh, masih terus dilakukan. Saat ini alat berat dan tenaga medis jadi kebutuhan mendesak untuk penanganan pasca gempa.

“Kebutuhan mendesak yang saat ini dibutuhkan adalah tenaga medis, obat-obatan, peralatan kesehatan, makanan siap saji, alat berat untuk keperluan evakuasi dan makanan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” imbuh Sutopo.

Penanganan pasca gempa dilakukan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI dan Tagana. Tim juga membersihkan puing-puing reruntuhan untuk memastikan ada tidaknya korban yang masih tertimpa bangunan akibat guncangan gempa.

“Personel TNI mengerahkan 740 personel untuk melakukan penanganan darurat dari Tagana 50 personel, BPBD Pidie Jaya, BPBD Pidie dan tetangganya memberikan penanganan bantuan,” imbuhnya.

Hingga saat ini tercatat total 52 orang yang meninggal dunia yang mayoritasnya warga di Pidie Jaya. Sedangkan 73 orang mengalami luka berat dan 200 orang luka ringan.

“Diperkirakan korban masih bertambah mengingat masih terdapat beberapa warga yang saat ini diperkirakan masih tertimbun bangunan roboh sehingga tim SAR gabungan masih melakukan (pencarian),” sambung Sutopo. (dtc)

Komentar

komentar