Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Tuesday,17 July 2018

Saudi Aramco Masih Ingin Garap Proyek Kilang Dumai dan Balongan

Jakarta – Pada 26 November 2015, PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Saudi Aramco untuk proyek RDMP Dumai dan Balongan. Sebelum 26 November 2016, harusnya sudah ada penandatanganan Head of Agreement (HoA) sebagai tindak lanjut. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Pertamina telah mengirimkan surat kepada Saudi Aramco yang isinya meminta kejelasan kerja sama di proyek RDMP Dumai dan Balongan. Menanggapi hal tersebut, CEO Saudi Aramco, Amin Naseer, menyatakan bahwa pihaknya masih tertarik menggarap kedua proyek itu.

“Saudi Aramco tertarik, kami masih melihat peluang di Dumai dan Balongan,” kata Amin dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengungkapkan bahwa Pertamina telah melakukan evaluasi terhadap kedua proyek modifikasi kilang itu. Hasilnya, Pertamina ingin mempercepat proyek RDMP Balongan.

“Soal RDMP Dumai dan Balongan, selama perjalanan kita menyiapkan proyek, di Pertamina kita melakukan reevaluasi. Misalnya RDMP Balikpapan kita lakukan perubahan skenario. Ketika tidak mendapat partner, kita lakukan sendiri. Dumai dan Balongan juga. Balongan paling urgent bagaimana dia harus selesai 2019, harus didahulukan,” paparnya.

Tak tertutup kemungkinan Pertamina mencari mitra baru untuk RDMP Balongan bila Saudi Aramco tak mau mempercepatnya.

Dwi menjelaskan, RDMP Balongan harus dikebut karena terancam kekurangan bahan baku ketika RDMP Balikpapan selesai pada 2019. Selama ini kilang Balongan mendapat suplai nafta dari kilang Balikpapan. Tapi setelah selesai dimodifikasi, kilang Balikpapan sudah bisa mengolah nafta sendiri, maka pasokan ke Balongan terhenti.

Agar produksi di kilang Balongan tak terganggu, maka proyek RDMP Balongan harus diselesaikan bersamaan dengan selesainya RDMP Balikpapan. “Balongan feed nafta-nya sebelumnya didapat dari Balikpapan, sekitar 40%. Ketika Balikpapan selesai 2019, itu jadi nggak ada, diproses sendiri di Balikpapan,” tukasnya.

Kelanjutan kerja sama dengan Saudi Aramco di kilang Dumai dan Balongan akan dibicarakan lebih lanjut setelah kesepakatan pembentukan JV di RDMP Cilacap hari ini.

“Dumai dan Balongan akan kita bicarakan secara terpisah, apa saja yang harus segera kita selesaikan. Kita lakukan perubahan yang matang, yang lebih tepat untuk kebutuhan negara kita,” tutupnya. (dtc)

Komentar

komentar