Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Saturday,18 August 2018
Petugas PLN (IST)

Tidak Masuk Jaringan Interkoneksi Sumatera, 4 Daerah di Riau Diupayakan Minim Pemadaman Listrik

Pekanbaru – PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau mengklaim sedang berupaya menekan pemadaman listrik seminimal mungkin, terutama empat daerah yang tidak dilewati sistem transmisi.

“Ada empat kabupaten di Riau, merupakan wilayah sistem isolated (terisolasi). Kami terus berupaya tekan pemadaman listrik di sana,” terang Manajer SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri, Dwi Suryo Abdullah di Pekanbaru, Minggu (04/12/2016).

Dia merinci, keempat daerah itu adalah Rokan Hulu, lalu Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir atau wilayah berbatasan dengan Provinsi Jambi.

Pihaknya mengaku, tengah melakukan program percepatan pemerataan listrik dengan pembangunan jaringan dan transmisi terhadap wilayah terutama desa yang belum teraliri energi listrik.

Seperti diketahui, empat kabupaten di Riau tersebut masing-masing daerah tidak dilintasi oleh sistem transmisi atau berada di luar jaringan interkoneksi Sumatera.

“Tapi kita terus upayakan agar desa-desa di Riau tadinya belum terang, bisa teraliri listrik. Akhir tahun ini, terdapat sedikitnya empat desa di Rokan Hulu siap menyala,” katanya.

Dwi jelaskan, langkah itu dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintahan Joko Widodo karena telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No.4/2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Perpres ditandatangani Presiden Jokowi pada akhir Januari 2016, maka diharapkan dapat mendorong megaproyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Mega Watt (MW).

“Di Riau sendiri, kita dapatkan tambahan 16 gardu induk dan transmisi 150 kilo Volt total sekitar 1.000 kilometer sirkuit, serta pembangkit 460 MW,” terangnya.

Pekan ini dilaporkan, ratusan warga Bukit Batu dan Siak Kecil, Bengkalis mengamuk dan memecahkan kaca jendela kantor PLN Sub Ranting Sungai Pakning karena geram dengan ulah pemadaman listrik.

“Sejak interkoneksi dari Dumai, listrik sering mati. Jadi malam ini, kami datangi kantor PLN, tapi tak satu orang pun petugas yang kami temui,” kata warga Desa Pakning, Yadi.

Menurutnya, warga mengaku kesal akibat ulah PLN setempat dengan pemadaman listrik sejak Jumat (2/12) sekitar pukul 08.00 WIB, dan hingga pukul 20.00 WIB kondisi lampu masih mati.

Kapolsek Bukit Batu, AKP Daud Sianturi begitu tiba di lokasi kejadian, langsung berusaha tenangkan ratusan warga yang memecahkan jendela kantor PLN dengan lokasi Jalan Jendral Sudirman atau dekat pasar baru.

“Masyarakat kami harap tenang dan mohon pengertiannya. Kita barusan sudah hubungi pihak PLN, dan mereka mengatakan sedang ada kerusakan yang sedang diperbaiki,” ucapnya.

“PLN berjanji satu jam dari sekarang, listrik akan kembali hidup,” tambah Daud. (Antara)

Komentar

komentar