Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Monday,20 August 2018
Ilustrasi (IST)

3 PNS Dishut Riau Tertangkap Tangan Peras Supir Truk Kayu

Pekanbaru – Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menangkap tangan tiga oknum pegawai negeri sipil Dinas Kehutanan Provinsi Riau setelah melakukan pemerasan dan pungutan liar.

“Dari tangan ketiganya disita uang tunai Rp 5 juta. Saat ini mereka masih terus kita periksa mendalam,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Rivai Sinambela di Pekanbaru, Sabtu (7/1/2017).

Rivai menuturkan operasi tangkap tangan itu dilakukan jajarannya di sebuah warung kaki lima di sekitar Jalan Dahlia, Kota Pekanbaru, Sabtu pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan di kantor Ditreskrimsus Polda Riau. Hasil pemeriksaan sementara, ketiga oknum PNS itu masing-masing diketahui berinisial SCH (39), JH (48), dan He (43).

Menurut Rivai, aksi tidak terpuji ketiga abdi negara itu berawal saat mereka mengamankan sebuah truk mengangkut kayu gelondongan.

Truk yang dikendarai Wan Muhammad Iqbal (49) itu membawa kayu dari Sumatera Barat menuju Sumatera Utara, melalui kabupaten Kampar, Riau.

Saat melintasi Jalan Kubang Raya, Kabupaten Kampar, pada Kamis lalu (5/1), ketiga pelaku menghentikan kendaraan pelapor yang bernomor polisi BM 8864 MC tersebut.

Ketiga pelaku lantas mencari-cari kesalahan pemilik kayu itu hingga akhirnya mengamankannya untuk sementara. Informasi sementara yang didapat, kendaraan itu dilengkapi dokumen resmi meski belum dijelaskan secara rinci.

Setelah diamankan, ketiga oknum itu kemudian meminta kepada pelapor untuk menyerahkan Rp 30 juta sebagai syarat kendaraanya dibebaskan. Karena keberatan, pelapor hanya menyanggupi sebanyak Rp5 juta.

Penyerahan itu lantas dilakukan di sebuah warung makan kaki lima di Jalan Dahlia pagi tadi. Saat ketiga pelaku menerima uang yang dikemas dalam amplop itu, polisi langsung melakukan penangkapan.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga pelaku dengan salah satunya memakai pakaian kaos berkerah bertuliskan “Dishut” masih diperiksa intensif. (Antara)

Komentar

komentar