Templates by BIGtheme NET
Hari ini : Friday,19 October 2018

Ketika Ayah Ibu Hendak Pergi, Jangan Tinggalkan Anak Diam-diam

Dumai – Anak menangis saat akan ditinggal ke kantor atau ketika orang tua dinas ke luar kota, bisa jadi bikin hati Ayah dan Ibu sedih. Tak pelak, kadang orang tua memilih meninggalkan sang anak diam-diam.

Misalnya, pertama si anak disuruh bermain. Ketika ia sudah asyik bermain, dengan sembunyi-sembunyi ayah dan ibu pergi. Saat selesai bermain, barulah si kecil sadar bahwa ayah atau ibunya sudah tak ada di rumah.

Terkait hal ini, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani MPsi., Psikolog mengatakan ketika orang tua meninggalkan anak diam-diam, secara tidak langsung anak pun sudah dibohongi. Nah, saat itu, anak yang sebetulnya sudah mulai percaya dengan orang tuanya (jika orang tuanya pergi pasti akan kembali lagi), akan merasa dibohongi.

“Karena tadi kan anak disuruh main, tapi kenapa tiba-tiba ayah ibunya nggak ada? Nggak enak banget kan itu rasanya. Sehingga, itu membuat dia merasa sangat tidak nyaman karena dia nggak tahu proses perpisahnnya itu,” kata wanita yang akrab disapa Nina ini.

Dalam perbincangan dengan detikHealth, Nina mengungkapkan akhirnya ketika orang tuanya kembali, anak akan ‘menempel’ terus dengan ayah atau ibunya dan sulit terpisah. Sebab, dia sudah tak terlalu percaya lagi dan berpikir jika dia pergi sejenak, bisa saja ayah atau ibunya menghilang lagi.

Karena masih kesal ditinggal diam-diam, bukan tak mungkin anak juga akan ngambek. Pasalnya, anak masih kesal dan ia pun melampiaskan kekesalannya itu bisa dengan memukul, berteriak, jengkel, atau menendang-nendang misalnya.

Lantas, ketika akan meninggalkan anak, apa cara yang paling dianjurkan untuk orang tua? “Berpisahnya itu jelas. Artinya, ketika kita mau berangkat kantor misalnya, kita memang dadah-dadah dan bilang ‘mama pergi dulu ke kantor’. Ya walaupun anaknya menangis,” kata Nina.

Dalam situasi anak menangis tetapi ayah dan ibu tetap pergi dan berpamitan, dikatakan Nina itu membuat anak paham bahwa menangis tidak akan membuat sang ayah atau ibu tidak pergi kerja. Lagipula, toh nanti sore ayah ibunya juga akan kembali.

“Nah, karena nanti sore kembali lagi, anak dapat rasa percaya sama orang tuanya. Saat muncul rasa percaya karena orang tuanya perginya jelas, baliknya juga jelas, maka esok harinya ketika dia ditinggal nggak sampai rewel-rewel banget,” tutur wanita yang juga praktik di Klinik Psikologi Terapan UI ini.

Nina menambahkan, terutama pada batita, dia memang senang dekat dengan ayah ibunya. Terlebih jika hubungan mereka baik dan dekat, memang bukan hal yang mudah bagi anak untuk bisa berpisah dengan ayah ibunya. Nah, ketika anak sudah bertemu kembali dengan ayah ibunya, dia bisa merasa senang sekali. (dtc)

Komentar

komentar